Social Icons

Pages

Monday, 3 June 2013

FUNGSI DAN PERANAN AL QURAN




Alquran adalah wahyu Allah SWT (42:7) yang fungsinya sebagai mu’jizat bagi Rasulullah Saw (17:88, 10:38) sebagai pedoman hidup bagi setiap Muslim (4:105, 5:49-50, 45:20) dan sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya (5:48, 16:64) dan bernilai abadi.
Sebagai mu’jizat, Al quran telah menjadi salah satu sebab penting bagi masuknya orang-orang arab di zaman Rasulullah kedalam agama Islam, dan menjadi sebab penting pula bagi masuknya orang-orang sekarang, dan (Insya Allah) pada masa-masa yang akan datang.
Ayat-ayat yang berhubungan dengan Ilmu Pengetahuan dapat meyakinkan kita bahwa Al quran adalah Firman-firman Allah, tidak mungkin ciptaan manusia, apalagi ciptaan Nabi Muhammad Saw (7:158) yang hidup pada abad ke enam Masehi (571-632 M).
Demikian juga dengan ayat-ayat yang berhubungan dengan sejarah seperti kekuasaan di Mesir, Negri Saba’, Tsamud, ‘Ad, Yusuf, SUlaiman, Dawud, Adam, Musa dan lain-lain dapat memberikan keyakinan kepada kita bahwa Al-Quran adalah wahyu Allah dan bukan ciptaan Manusia.
Ayat-ayat yang berhubungan dengan ramalan-ramalan khusus yang kenudian dibuktikan oleh sejarah seperti tentang bangsa Romawi, pecah belahnya Kristen dan lain-lain juga menjadi bukti bahwa Al Quran adlah Wahyu Alah SWT. (30:2-4, 5:14).
Bahasa Al Quran adalah Mu’zijat besar sepanjang masa, kaeindahan bahasa dan kerapian susunan katanya tidak dapat ditemukan pada buku-buku bahasa arab lainnya. Gaya bahasanya yang luhur tapi mudah dimengerti adalah merupakan ciri dari gaya bahasa AL Quran.
Karena gaya bahasa yang demikian itulah Umar bin Khatab masuk islam setelah mendengar Al Quran awal surat Thaha yang dibaca oleh adiknya Fathimah. Abdul Walid seorang diplomat Quraisy waktu itu terpaksa cepat-cepat pulang begitu mendengar beberapa ayat dari surat Fushilat yang dibacakan Rasulullah sebagai jawaban atas usaha-usaha bujukan diplomasinya.
Bahkan Abu Jahal musuh besar Rasulullah sampai tidak jadi membunuh Nabi karena mendengar Surat Adh-Dhuha yang dibaca oleh Nabi.
Tepat apa yang dinyatakan Al-Quran bahwa sebab seseorang tidak menerima kebenaran Al Quran Sebagai Wahyu Ilahi adalah salah satunya yaitu :
a.       Tidak berpikir jujur dan bersungguh-sungguh.
b.       Tidak sempat mendengar dan mengetahui Al Quran secara baik (67:10, 4:82)
Sehingga oleh al Quran disebut Al-Maghdub (dimurkai Allah) karena tahu kebenaran tetapi tidak mau menerima kebenaran itu dan disebut Adh-Dholim (orang sesat) Karena tidak menerima kebenaran itu.
                Sebagai jaminan bahwa al Quran itu wahyu Allah, maka Al Quran sendiri menantang setiap manusia untuk membuat satu ayat saja yang senilai dengan Al-Quran (2:23-24, 17:88).
                Sebagai pedoman hidup Alquran banyak mengemukakan pokok-pokok serta prinsip-prinsip umum pengaturan hidup dalam hubungan antara manusia dengan Allah dan hubungan antara manusia dengan manusia dan mahluk lainnya. Didalamnya terdapat peraturan-peraturan seperti :

  1.  Ibadah langsung kepada Allah. (2:43/183-184/196-197, 11:114)
  2. Urusan Keluarga (4:3-4/15/19-20/25, 2:221, 24:32, 60:10-11)
  3. Bermasyarakat (4:58, 49:10/13, 23:52, 8:46, 2:143)
  4. Berdagang (2:275-276/280, 4:29)
  5. Utang Piutang (2:282)
  6. Warisan (2:2180, 4:7-12/176, 5:106)
  7. Pendidikan dan pengajaran (3:159, 4:9/63, 31:13-19, 26:39-40)
  8. Pidana (2:178, 4:92-93, 5:38, 10:27, 17:33)
  9. Dan aspek kehidupan lainnya yang oleh Allah dijamin dapat berlaku dan dapat sesuai pada setiap tempat dan setiap waktu (7:158, 34:28, 21:107)
Setiap muslim diperintahkan untuk melakukan seluruh tata nilai tersebut dalam kehidupannya (2:208, 6:153, 9:51). Dan sikap memilih sebagian dan menolak sebagian tata nilai itu  dipandang Al Quran sebagai bentuk pelanggaran dan dosa (33:36).
Melaksanakannya dinilai ibadah (4:69, 24:52, 33:71), memperjuangkannya dinilai sebagai perjuangan suci (61:10-13, 9:41), mati karenanya dinilai sebagai mati Syahid (3:157/169), hijrah karena memperjuangkannya dinilai sebagai pengabdian yang tinggi (4:100, 3:195) dan tidak mau melaksanakannya dinilai sebagai zalim, fasiq, dan kafir (5:44-45/47).
Sebagai korektor, Al Quran banyak mengungkapkan persoalan-persoalan yang dibahas oleh Kitab Taurat, Injil, dan lain-lain yang dinilai Al Quran sebagai tidak sesuai dengan ajaran Allah yang sebenarnya (karena Pemalsuan-pemalsuan), baik menyangkut segi sejarah orang-orang tertentu, dengan hokum-hukum, dengan prinsip-prinsip ketuhanan dan lain sebagainya.
Sebagai contoh koreksi-koreksi yang dikemukakan Al Quran tersebut antara lain :
a.       Tentang ajaran Trinitas (5:73),
b.       Tentang Nabi Isa (3:49/59, 5:72/75)
c.       Tentang penyaliban Nabi Isa (4:157-158)
d.       Tentang Nabi Luth (29:28-30, 7:80-84) perhatikan pula (Genesis; 19:33-36).
e.       Tentang Nabi Harun (20:90-94), Perhatikan (Keluaran; 37:2-4)
f.   Tentang Nabi SUlaiman (2:102, 27:15-44) perhatikan (Raja-raja; 21:4-5) dan lain sebagainya.

No comments:

Post a Comment